Minggu, 14 Desember 2014

Untuk Pertama Kalinya, Obat Impoten Dijajal Untuk Pertama Kalinya, Obat Impoten Dijajal

 


London, Viagra atau pil biru selama ini lebih dikenal sebagai solusi masalah seksual yang umumnya menghantui para pria, yakni disfungsi ereksi. Akan tetapi belakangan ilmuwan percaya bila obat kuat ini juga bisa dimanfaatkan untuk mencegah pikun.

Peneliti dari Inggris meyakini hal tersebut karena salah satu jenis demensia, yaitu demensia vaskuler diakibatkan oleh rusaknya pembuluh darah di otak, sehingga pasokan darah ke otak menjadi berkurang.

Nah, kebetulan obat yang dipakai peneliti, yakni Tadalafil (masih satu jenis dengan Sildenafil dalam Viagra) memiliki kemampuan untuk melebarkan pembuluh darah sehingga pasokan darah meningkat, meskipun khasiatnya selama ini baru sebatas diketahui untuk organ reproduksi. Dengan teori yang sama, peneliti berharap kemampuan Tadalafil itu juga bisa diaplikasikan untuk menambah asupan darah ke otak sehingga kepikunan yang rentan dialami lansia bisa dicegah.

Untuk memastikan apakah Tadalafil benar-benar bisa digunakan untuk mencegah pikun, peneliti pun berencana menggelar percobaan berskala besar yang melibatkan sejumlah lansia Inggris. Tak tanggung-tanggung, ini merupakan percobaan ilmiah pertama di dunia untuk mengetahui manfaat Tadalafil dalam mencegah kepikunan.

The Alzheimer's Society menyumbangkan dana sebesar 328.000 poundsterling (sekitar Rp 6.4 miliar) untuk keperluan percobaan ini. Tak ketinggalan Alzheimer's Drug Discovery Foundation (ADDF) yang berbasis di New York juga ikut ambil bagian dalam proyek ini.

Tim peneliti yang diketuai oleh Dr Atticus Hainsworth dari St George’s, University of London kemudian akan merekrut 50 orang partisipan berumur di atas 65 tahun dari seluruh penjuru UK, terutama yang mengalami kerusakan pembuluh darah pasca stroke atau pernah terserang pikun ringan (mild memory loss). Mereka yang sudah didiagnosis dengan demensia tak bisa ikut serta dalam penelitian ini karena yang dicari adalah yang masih berisiko saja.

Selama penelitian berlangsung, aliran darah ke otak masing-masing partisipan akan diukur sebelum dan sesudah diberi Tadalafil dosis tunggal, dengan menggunakan scanner MRI khusus yang disebut 'arterial spin labelling'.

Scan ini memanfaatkan gelombang radio untuk melacak aliran darah yang 'berjalan' menuju otak, sehingga bisa ditentukan berapa banyak volume darah yang mencapai bagian-bagian tertentu dalam jaringan otak.

"Selama ini kita hanya tahu Tadalafil bisa menambah aliran darah ke jaringan penis saja. Sekarang kami bersemangat untuk mencari tahu apakah manfaat yang sama juga bisa dirasakan organ vital lainnya yaitu otak atau tidak," tandasnya seperti dikutip dari Telegraph, Minggu (14/12/2014).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar